Hari pertama dapat menjadi pengalaman yang sangat mendebarkan.
Pengalaman ini sepertinya selalu dialami oleh tiap orang, terutama bagi kita yang berprofesi perawat ataupun mahasiswa perawat, karena kerjaan kita menyangkut penanganan kepada mahluk hidup yaitu manusia, dimana perawat/mahasiswa perawat dituntut untuk "tidak ada kesalahan", bisa fatal jadinya jika ada kesalahan, beda dengan bengkel misalkan, jika ada kesalahan, yah diulangi saja, atau ganti spare part aja, beda dengan manusia mana bisa gonta ganti sembarang kan?
jadi posting kali ini, saya coba merangkum tips-tips menghadapi hari pertama, coba-coba search di google banyak sekali tips-tips terkait hari pertama kerja, tapi tidak ada yang spesifik membahas tentang pengalaman pertama praktek di rumah sakit, nah saya coba memberikan tips-tips untuk yang pertama praktek di rumah sakit,
JANGAN TERLAMBAT
Apapun alasannya jangan sampai datang terlambat, apalagi di hari pertama, karena akan meninggalkan kesan yang tidak baik untuk dirimu sendiri, kamu akan ditandai sebagai orang yang tidak disiplin, kepala ruangan akan meminta perawat-perawat disana untuk mengawasi mu lebih ketat, jadi malam sebelumnya, tidurlah lebih awal, atau minimal set alarm untuk membangunkanmu lebih awal.
BHSP
BHSP : Bina Hubungan Saling Percaya, yah memang BHSP ini biasanya digunakan untuk melakukan pengkajian kepada pasien, tapi tidak ada salahnya istilah ini kita pakai untuk mendapatkan kepercayaan perawat-perawat senior, karena kepercayaan akan membangun koordinasi yang baik sesama perawat dengan mahasiswa, dan perawat juga tidak akan ragu untuk memberikan tindakan keperawatan. ini juga termasuk membina hubungan baik sesama mahasiswa praktek yang kebetulan dinas di rumah sakit tersebut, kan lumayan kalau ada yang kasusnya sama, bisa diskusi, atau paling tidak minta contekan LP, hahahahah
IKUTI ATURAN MAIN
dari awal tadi, saya sudah tegaskan bahwa Kerjaan kita (perawat) beda dengan kerjaan lain pada umunya, di RUMAH SAKIT nantinya, pegang prinsip, "mending tidak tahu, daripada sok tahu" tapi bukan berarti kamu harus pasif, jangan karena ingin mengesankan kakak perawat atau gebetan mahasiswa kampus lain (pengalaman pribadi) kamu berani ambil tindakan yang kamu sendiri tidak yakin bisa melakukannya, yah untung kalau kamu berhasl, tapi bakalan malu banget kalau salah, apalagi kalau sampai pasiennya menderita karena tindakan kamu, jadi apa yang harus dilakukan? kalau ternyata kamu belum tahu tindakannya, tapi ingin sekali melakukannya, minta bimbingan dari perawat supaya di tuntun,
oh ya, terkait aturan main, masing-masing tingkatan ada kapasitas dalam mengambil tindakan, kalau masih observasi (biasanya di tingkat 1) jangan langsung berani ambil tindakan mandiri, tapi kembali lagi KECUALI ditemani dan dibimbing oleh perawat senior. sekali lagi "MENDING TIDAK TAHU DARIPADA SOK TAHU"
KENALI LINGKUNGAN KERJA
kenapa harus mengenali lingkungan kerja? ini penting sekali terutama bagi kalian mahasiswa perawat, karena rumah sakit biasanya memiliki banyak ruangan dana bangunan yang banyak, kamu harus bisa mengenali lokasi disana, karena akan tidak lucu jika kamu diminta mendatangi pasien di ruangan tertentu ternyata kamu nyasar (kalau mau nyasar, nyasar di hatiku saja, #salahFokus) apalagi biasa diminta mengantar pasien ke ruangan lain, seperti ruang pemeriksaan rontgen, ruang operasi, laboratorium, sebenarnya bisa saja kalian bertanya kepada perawat yang ada, tapi akan lebih kelihatan cekatan, jika kalian sudah menghapalkan ruangan-ruangan yang ada di RUMAH SAKIT tersebut, dan saya kira tidak akan susah melakukannya (anatomi tubuh manusia saja kan dihapal letak-letaknya) jadi penting sekali mendengarkan (biasanya) kepala ruangan saat kalian orientasi ruangan.
BELAJAR DARI PENGALAMAN
mungkin ini tips yang terakhir, supaya gak mati kutu nantinya, coba tanya-tanya ke kakak senior kalian yang sudah ada pengalaman praktek, terutama senior yang praktek di rumah sakit yang kalian tempati nantinya, minimal senior kalian bisa memberikan gambaran bagaimana kondisi di rumah sakit itu, termasuk memberikan gambaran-gambaran bagaimana watak perawat-perawat disana, bisa minta tips juga bagaimana menghadapi mereka, coba deh cerita - cerita saja sama seniornya, okey?
cukup sekian dulu posting kali ini, terlepas dari TIPS di atas, kalian pasti ada cara-cara khusus untuk menghadapi hari pertama praktek, kalian juga yang lebih tahu mana yang cocok untuk diri kalian sendiri, finally, saya ucapkan selamat menjalani praktek klinik, jaga nama baik alamamater yah?
wassalam
Kaki Lima
salah kalau kamu berpikiran ini pedagang yang biasa kamu lihat di jalan
Selasa, 20 Agustus 2013
Rabu, 14 Agustus 2013
BUKAN kartunis
kata pepatah "ala bisa karena biasa" karena ketertarikan saya dengan desain grafis saya mencoba membuat gambar-gambar kartun memakai aplikasi PHOTOSHOP walaupun ternyata bukan aplikasi tersebut yang paling cocok dipakai untuk desain grafis, yah mau bagaimana lagi, tahunya cuma mengoperasikan itu, hehehe, nih beberapa kartun yang sempat saya bikin, masih agak kasar sih :)
gambar ini inspirasi gara-gara banyak gambar beredar tentang mantu terbaik, polisi lah, pengacara lah, perawat lah, tentunya masing-masing akan mengiyakan profesinya, kebetulan saya PERAWAT, Hidup PERAWAT!!!!!
kalo gambar ini lebih kepada pengalaman praktek di Rumah Sakit, heheeh, nasib jadi anak praktek ya begitu, sering dapat perintah yang berbanding lurus dengan teguran, TETAP TEGAR
nah kalo ini karena di kampus lagi musimnya ujian akhir, jadi buat kasi motivasi saja buat yang lagi ujian, cemunggguuddhh eeaaa *tibaTibaJadiAlay
the end
gambar ini inspirasi gara-gara banyak gambar beredar tentang mantu terbaik, polisi lah, pengacara lah, perawat lah, tentunya masing-masing akan mengiyakan profesinya, kebetulan saya PERAWAT, Hidup PERAWAT!!!!!
kalo gambar ini lebih kepada pengalaman praktek di Rumah Sakit, heheeh, nasib jadi anak praktek ya begitu, sering dapat perintah yang berbanding lurus dengan teguran, TETAP TEGAR
nah kalo ini karena di kampus lagi musimnya ujian akhir, jadi buat kasi motivasi saja buat yang lagi ujian, cemunggguuddhh eeaaa *tibaTibaJadiAlay
the end
Langganan:
Komentar (Atom)


